Pada tanggal 4 Desember 2023, Tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Abdurachman Saleh Situbondo (UNARS) melaksanakan kegiatan external benchmarking ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia yang telah memiliki sistem penjaminan mutu internal yang mapan dan berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UNARS, khususnya dalam upaya peningkatan efektivitas tata kelola mutu berbasis teknologi informasi. Benchmarking ini difokuskan pada penggalian praktik-praktik unggulan yang telah berhasil diimplementasikan oleh UMM, terutama yang berkaitan dengan pengembangan dan pemanfaatan Sistem Informasi Penjaminan Mutu dalam mendukung peningkatan kualitas akademik dan nonakademik secara berkelanjutan.

Kedatangan Tim LPM UNARS disambut secara resmi oleh Kepala Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Ainur Rofiq, M.Kes., beserta jajaran pengelola mutu di lingkungan UMM. Dalam sesi pertemuan dan diskusi, Kepala BPMI UMM memaparkan secara komprehensif mengenai kebijakan, struktur, serta mekanisme pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal yang diterapkan di UMM. Pemaparan tersebut mencakup integrasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) ke dalam Sistem Informasi Penjaminan Mutu, sehingga proses pengendalian mutu dapat dilakukan secara sistematis, terdokumentasi, dan berbasis data. Selain itu, dijelaskan pula peran sistem informasi dalam mendukung monitoring kinerja program studi, pelaporan mutu, serta pengambilan keputusan strategis oleh pimpinan universitas.
Diskusi antara kedua institusi juga menyoroti berbagai aspek strategis terkait persiapan akreditasi, baik pada tingkat program studi maupun institusi. BPMI UMM berbagi pengalaman mengenai pengelolaan dokumen mutu, penyusunan evaluasi diri, serta implementasi program peningkatan mutu berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun budaya mutu (quality culture) di lingkungan Perguruan Tinggi Swasta. Sharing pengalaman ini memberikan wawasan penting bagi Tim LPM UNARS, khususnya dalam mengintegrasikan kebijakan mutu dengan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi serta memastikan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam proses penjaminan mutu.

Hasil dari kegiatan external benchmarking ini menghasilkan sejumlah key takeaways yang relevan untuk diadaptasi dan dikembangkan di lingkungan UNARS. Salah satu temuan penting adalah perlunya penguatan mekanisme pelaporan evaluasi diri berbasis sistem informasi yang terintegrasi, sehingga pelaksanaan penjaminan mutu di tingkat program studi dapat dimonitor secara lebih efektif dan akurat. Selain itu, praktik UMM dalam memanfaatkan data mutu sebagai dasar perumusan kebijakan peningkatan kualitas menjadi referensi strategis bagi UNARS dalam menyempurnakan sistem penjaminan mutu internal yang berorientasi pada peningkatan berkelanjutan.
Kegiatan benchmarking ini ditutup dengan pembahasan mengenai peluang kerja sama dan kolaborasi kelembagaan antara UNARS dan UMM, khususnya dalam bidang penjaminan mutu, pengembangan sumber daya manusia, serta pertukaran praktik baik (best practices). Secara keseluruhan, pelaksanaan external benchmarking ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja institusi UNARS, baik dari aspek tata kelola, inovasi sistem penjaminan mutu, maupun penguatan budaya mutu yang berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan daya saing institusi di tingkat regional maupun nasional.